Iklan

Bupati

Bupati

Polres

Polres
,

Bupati Aron Serahkan Sertifikat RSPO ke Kelompok Tani Binaan APKS Keling Kumang

by Redaksi
Juni 25, 2022, 20:21 WIB Last Updated 2022-06-25T13:21:19Z

SEKADAU, SK - Bupati Sekadau Aron, SH menyerahkan sertifikat  Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) kepada sejumlah kelompok tani yang di bina oleh APKS Keling Kumang Agro.


Acara tersebut di hadiri sejumlah, kepala dinas DKPP, Drs, Sandae, Kepala Pol.PP Yohanes, Kepala BPN Sekadau, camat Sekadau hilir Joko, pejabat teras dari Credit Union (CU ) Keling Kumang serta para lembaga petani dan pengurus SPKS Keling Kumang.


Dalam arahannya bupati mengakui bahwa dirinya sudah banyak ditanyakan oleh masyarakat terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS). Namun, untuk menjawab pertanyaan tersebut memang agak sulit, sebab untuk menentukan harga TBS bukanlah wewenang pemerintah, tapi adalah kewenangan pasar dunia.


Namun, kata dia lagi, pemerintah daerah selalu menyampaikan hal itu kepada pemerintah provinsi dan harapannya tentu pemerintah provinsi menyampaikan hal itu kepada pemerintah pusat.


"Itulah upaya yang telah kita lakukan sesuai dengan tingkatan, mengenai adanya keluhan masyarakat terkait anjloknya harga TBS," kata Aron.


Namun, ia meminta agar petani kelapa sawit tidak putus asa dengan kondisi ini, memang turunnya harga TBS akan berdampak dengan lambannya pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena seperti yang kita ketahui bahwa 80 persen masyarakat di kabupaten Sekadau adalah petani.


Makanya pemerintah daerah kabupaten Sekadau akan terus menyuarakan keluhan warga ini kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Kalimantan barat.


Pemerintah kata dia lagi, sangat mendukung apa yang dilakukan oleh CU Keling Kumang Agro, karena dengan program ini mereka telah banyak membina petani swadaya kelapa sawit,l swadaya, bahkan sudah mampu mendukung Agara petani mendapatkan sertifikat RSPO, program ini sejalan dengan program unggulan pemerintah daerah kabupaten Sekadau yakni Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian, Perikanan untuk kesejahteraan masyarakat (IP3K).


"Saat ini sesuai data yang ada di pemerintahan daerah kabupaten Sekadau, jumlah kebun petani swadaya hampir mencari 30 ribu hektare," ungkapnya.


Jumlah ini sangat banyak, hanya saja masih banyak petani swadaya yang belum memahami cara yang baik untuk memelihara kebun kelapa sawit, sehinga produksi masih jauh dari harapan, untuk itu sambung dia, perlu ada pembinaan dari pihak terkait atau lembaga dan LSM yang bergerak di bidang kelapa sawit seperti APKS KK dan SPKS.


"Tujuannya agar para petani swadaya bisa melakukan perawatan kebunnya dengan baik, agar produksinya bisa baik," ingat Aron.

Iklan