Iklan

HUT PEMDA

HUT PEMDA
,

Project Pengelolaan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi Gandeng Lembaga Mitra Lokal

by Redaksi
September 29, 2022, 09:49 WIB Last Updated 2022-09-29T02:49:33Z

SEKADAU, SK - Kelapa sawit merupakan penghasil minyak nabati yang memiliki peran sangat penting dan secara luas digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.


Permintaan dunia terhadap minyak sawit melonjak tajam sebagai imbas dari meningkatnya populasi dan kebutuhannya sebagai bahan baku biodiesel yang merupakan sumber energi alternatif yang potensial untuk mengganti bahan bakar solar dari minyak bumi.


Peningkatan produksi minyak sawit yang sangat cepat dikhawatirkan mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) yang kemudian berpotensi menyumbang dampak pada hilangnya tutupan dan kawasan hutan, hilangnya keanekaragaman hayati dan terganggunya keseimbangan ekosistem, serta timbulnya konflik sosial dengan mayarakat.


“Permasalahan lingkungan hidup yang terjadi dikarenakan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang tidak memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan,” ungkap Ketua Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS KK), Mikael pada launching penanaman Kakao, pada Rabu (28/09/2022) di halaman Kantor Desa Gonis Tekam.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut kata dia lagi, tidak cukup hanya satu pihak (petani) melainkan dibutuhkan kerjasama antar pihak lainnya untuk mendukung dan memperbaiki prinsip-prinsip pertanian yang belum memenuhi kriteria keberlanjutan.


Sementara, Stepanus Masiun Ketua CU KK mengatakan, dirinya merasa senang di undang pada kegiatan tersebut, solidaridas yang bekerja sama dengan lembaga mitra lokal APKS KK melalui project pengelolaan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Dimana telah melakukan sosialisasi dan praktik pertanian berkelanjutan melalui kelompok tani yang tergabung di dalam APKS-KK.


“Kita memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan terutama pada Kawasan yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT),”katanya.


Pinggiran sungai dengan luas 7,1 Hektar untuk remediasi menjadi titik fokus yang terintegrasi dengan budidaya kakao.

Di kawasan tersebut akan ditanami sebanyak 5000 pokok Kakao dan dilakukan penanaman bibit Kakao pertama secara simbolis bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau.


Kegiatan remediasi pada area NKT dilaksanakan di Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau pada tanggal 28 September 2022 pukul 08.00 WIB.


Penanaman kakao secara simbolis di area NKT akan dipimpin Kepala Dinas KP3 Drs. Sandae.


Tujuan dari remediasi itu sendiri adalah

sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi dan membersihkan permukaan tanah dari kontaminasi logam akibat proses pengelolaan perkebunan kelapa sawit.


Serta meningkatkan dan mempertahankan nilai yang terkandung dalam kawasan bernilai konservasi.

Dengan meningkatkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit mandiri yang ramah lingkungan


Hasil yang diharapkan adalah agar

Sungai berfungsi dengan baik dan tidak terkontaminasi dari logam akibat pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Terpeliharanya kawasan bernilai konservasi tinggi agar lingkungan hidup tetap lestari. Petani dapat melakukan praktik pertanian yang ramah lingkungan.


Sementara, Apit Ketua Solidaridad mengatakan, bahwa organisasi jaringan internasional yang memiliki kantor di seluruh dunia. Kami memiliki satu agenda dan strategi: bersama, kita belajar dan berkembang; bersama, kita mencapai hasil; dan bersama, kita memutuskan langkah untuk masa depan.


Jaringan kami terdiri dari 7 (tujuh) Pusat Keahlian Regional yang berlokasi di Asia, Amerika Latin, Amerika Utara, Amerika Tengah, Afrika Selatan, Tengah dan Timur, Afrika Barat, dan Eropa-masing-masing kantor regional memiliki keahlian dan fokus tersendiri.


Setiap kantor regional bertanggung jawab untuk berkontribusi terhadap kebijakan dan strategi komoditi internasional. Selain itu, mereka juga mengawasi perkembangan dan implementasi dari Program dan Strategi Regional Solidaridad. Manajemen kantor regional dipegang oleh masing-masing Direktur Pengelola Regional.


APKS-KK merupakan salah satu kelompok alumni Sekolah Lapang yang didampingi oleh Solidaridad bersama dengan Keling Kumang sejak tahun 2013. Dengan anggota lebih dari 900 orang, APKS-KK menjadi salah satu kelompok tani terbesar di Kalimantan Barat.


Gerakan CU Keling Kumang merupakan sebuah organisasi yang lahir dari CU Keling Kumang yang kemudian menjadi sebuah group bernama KKG (Keling Kumang Group), dan selanjutnya berevolusi menjadi Gerakan CU Keling Kumang, atau GCUKK. Keling Kumang berdiri dengan tujuan mewujudkan sosial ekonomi masyarakat yang mandiri dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, membangun jaringan produksi dan pemasaran sosial ekonomi masyarakat, membangun daya dukung konservasi bentang alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan meningkatkan kapasitas petani dan lembaga dalam penyediaan akses produksi dan keuangan untuk terwujudnya pertanian berkelanjutan di Kalimantan Barat.


Sementara itu Drs.Sandae Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan,Pertanian dan Perikanan (DKPP) dalam sambutannya mengatakan, pemerintah daerah kabupaten Sekadau sangat mendukung upaya ini, karena selain menjaga lingkungan kegiatan ini juga dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.


“Pemerintah daerah kabupaten Sekadau sangat mendukung kegiatan ini, karena di kabupaten Sekadau saat ini memang agak krisis hutan,” katanya


Kedepan, rencananya pemerintah daerah akan melakukan inventarisasi lahan atau Tembawang yang masih di tersisa sebagai kawasan konservasi hutan.(Kait)

Iklan