𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭


Foto:Dok/Istimewa

𝐒𝐈𝐍𝐀𝐑 𝐊𝐀𝐏𝐔𝐀𝐒.𝐂𝐎𝐌, 𝐒𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆 - Tragedi memilukan terjadi di Sungai Melawi, Kampung Ladang, Kabupaten Sintang, pada Kamis (12/2), ketika empat anak tenggelam setelah terbawa arus deras saat berenang di tepian sungai.

Kejadian ini menambah duka mendalam, dengan tiga anak ditemukan meninggal dunia, sementara satu anak lainnya berhasil selamat.

Menurut Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, peristiwa ini berlangsung sangat cepat dan tak terduga.

Keempat anak yang sedang berenang di tepian Sungai Melawi mendadak diterjang arus kuat yang membawa mereka jauh ke tengah sungai. Mereka pun tenggelam dan kesulitan untuk bertahan.

"Keempat korban awalnya mandi dan berenang di tepian sungai, tapi tiba-tiba arus deras menarik mereka ke tengah sungai. Begitu cepat, mereka langsung tenggelam dan terbawa arus," ujar I Made Junetra kepada awak media pada Jumat (13/2), dalam keterangan resmi.

Dari empat korban tersebut, satu anak perempuan bernama Kimberly berhasil diselamatkan oleh warga setempat setelah sempat terseret arus.

Kimberly ditemukan dalam kondisi selamat meskipun sempat terhanyut ke jarak yang cukup jauh dari titik awal.

Namun, nasib tragis menimpa dua korban lainnya. Pada Jumat dini hari (13/2), sekitar pukul 01.15 WIB, Tim SAR berhasil menemukan jasad Angel (14) dalam kondisi meninggal dunia di tengah Sungai Melawi.

Jenazah Angel segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meski demikian, dua korban lainnya, Dira Dwi (11) dan Feni (14), hingga Jumat (13/2) siang masih dalam pencarian.

Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat, terus melanjutkan pencarian menggunakan perahu karet dan alat penyelam canggih.

Dua Korban Terakhir Ditemukan Tewas

Dalam perkembangan terbaru, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad dua korban yang hilang, Dira Dwi dan Feni.

Kedua korban ini juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini menambah duka bagi keluarga dan masyarakat setempat, sekaligus menutup upaya pencarian yang penuh harapan dan kesedihan.

Tim SAR yang bekerja tanpa henti memberikan upaya maksimal dalam mencari dan mengevakuasi korban.

Pencarian yang berlangsung selama 24 jam ini difokuskan pada titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya korban.

Solidaritas Masyarakat dan Aparat

Di tengah musibah ini, semangat solidaritas muncul dari masyarakat dan aparat setempat. Pada Jumat (13/2), Polres Sintang menggelar kegiatan Jumat Berbagi, yang melibatkan seluruh jajaran Polres Sintang untuk memberikan bantuan makanan kepada tim SAR dan warga yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam di Sungai Melawi, Kabupaten Sintang.

Solidaritas Masyarakat dan Aparat

Di tengah musibah ini, semangat solidaritas muncul dari masyarakat dan aparat setempat. Pada Jumat (13/2), Polres Sintang menggelar kegiatan Jumat Berbagi, yang melibatkan seluruh jajaran Polres Sintang untuk memberikan bantuan makanan kepada tim SAR dan warga yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam di Sungai Melawi, Kabupaten Sintang.

Kapolres Sintang, AKBP Sanny Handityo, mengungkapkan bahwa kegiatan Jumat Berbagi ini merupakan bentuk empati dan perhatian Polri terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah.

"Kami ingin menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang sedang berduka. Kami tahu bahwa situasi ini sangat berat, terutama bagi keluarga yang kehilangan anggota mereka, dan bagi tim pencari yang bekerja tanpa henti," ujar AKBP Sanny Handityo.

Lebih lanjut, Kapolres Sanny menekankan pentingnya sinergi antara Polri, Basarnas, TNI, BPBD, dan masyarakat dalam upaya pencarian.

“Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak terkait dalam melanjutkan pencarian ini. Semua upaya kami dilakukan untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat di lapangan,” tambahnya.

Imbauan Waspada

Tim SAR juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati di sekitar Sungai Melawi yang memiliki arus sangat deras.

"Arus Sungai Melawi sangat deras, sehingga potensi kecelakaan sangat besar. Kami berharap warga tetap waspada dan menghindari berenang di tepian sungai, terutama di musim penghujan," ujar I Made Junetra.(*)


Sumber: Pontianak Post

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
  • 𝐏𝐞𝐭𝐚ðĪ𝐚 𝐓𝐞ðŦ𝐎𝐞ðŦ𝐞𝐭 𝐀ðŦðŪ𝐎 𝐒ðŪ𝐧𝐠𝐚ðĒ 𝐊𝐚ðĐðŪ𝐚𝐎 𝐒ðĒ𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠, 𝐓ðĒ𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚ðĪ 𝐃ðĒ𝐭𝐞ðĶðŪðĪ𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐎, 𝐇𝐚𝐧ðē𝐚 𝐒𝐚𝐭ðŪ 𝐒𝐞ðĨ𝐚ðĶ𝐚𝐭
Posting Komentar