SEKADAU, SINAR KAPUAS.com - Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Harris Winoto, menyoroti fenomena kenakalan remaja. Ia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap hal tersebut.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, anak muda merupakan aset penting dalam pembangunan daerah. Namun jika tidak diarahkan dengan benar, mereka justru bisa terjebak dalam aktivitas negatif yang merugikan masa depan.
“Kita harus sadari bahwa kenakalan remaja bukan sekadar masalah pribadi, tapi menjadi persoalan sosial yang harus ditangani bersama,” ujarnya, Minggu, (20/7/2025).
Menurutnya, perlu peran aktif dari orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak sejak dini. Ia mengingatkan bahwa pendidikan moral dan pembinaan mental harus sejalan dengan pendidikan akademik.
“Jangan hanya pintar di atas kertas, tapi juga harus punya sikap dan etika yang baik,” tambahnya.
Ia pun mendukung adanya program-program yang berpihak pada perkembangan remaja, seperti pelatihan kewirausahaan muda, lomba kreativitas pelajar, pelatihan jurnalistik, hingga pembinaan olahraga, seni, dan lain sebagainya. Ia menilai kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi remaja untuk menyalurkan energi dan potensi secara positif.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital agar remaja mampu bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, tidak sedikit kasus remaja yang terjerat masalah hukum karena sembarangan menyebarkan informasi hoaks atau konten yang tidak pantas.
“Remaja kita harus diajarkan berpikir kritis dan bertanggung jawab saat menggunakan teknologi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harris mengajak remaja Sekadau untuk bangga menjadi pribadi yang produktif dan berprestasi. Ia mengingatkan masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun karakter dan cita-cita.
“Jangan sia-siakan waktu dengan hal-hal yang merusak diri. Isilah dengan kegiatan positif yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pesannya.
Harris berharap dengan kerja sama semua pihak, kenakalan remaja di Sekadau bisa ditekan, dan digantikan dengan munculnya generasi muda yang aktif, kreatif, dan menjadi kebanggaan daerah. Ini juga untuk mempersiapkan anak-anak guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk membentuk masa depan mereka,” pungkasnya.(@yi)