,

Bupati Aron Resmikan Sekretariat Tariu Borneo Bangkule Rajang di Jalan Panglima Nanga

By Admin
Februari 04, 2024, 13:10 WIB Last Updated 2024-02-04T06:10:43Z

SEKADAU, SK - Peresmian Sekretariat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Sekadau, Jalan Panglima Nanga, Blok D Komplek Pasar Baru, Kecamatan Sekadau Hilir Minggu, 4 Februari 2024.


Acara pemotongan pita peresmian Sekretariat TBBR berlangsung di komplek Pasar Baru oleh Bupati Sekadau. Dilanjutkan acara syukuran peresmian di Rumah Betang Youth Center Sekadau.


Bupati Sekadau sampaikan, Atas nama pemkab, saya ucapkan proficiat atas diresmikannya gedung baru, ini untuk berkumpulnya para anggota TBBR, 


mereka cukup aktif dan berpartisipasi membantu pemkab dalam membangun kabupaten Sekadau, terutama melestarikan adat budaya.


Adat budaya suatu saat akan tenggelam dan hilang, tapi jika bersatu maka selalu ada, agar generasi masa akan datang bisa mengetahui dengan adat istiadat.


Di perkembangan zaman ini, anak muda penting untuk belajar mengamankan wilayah yang terkait dengan Dayak.


Kedepannya, ia berharap TBBR selalu kompak dan tetap bersatu, karena

mengurus kabupaten banyak riak-riaknya, karena saya alami sebagai pimpinan pasti ada kebijakan yang tidak disukai masyarakat.


Terkait sekretariat baru, masih banyak yang belum genah, nanti kita diskusikan bersama. Lewat TBBR, adat istiadat kita lestarikan kembali, khususnya di kabupaten Sekadau.


Tinggal beberapa hari lagi pesta demokrasi, wajib hukumnya untuk kita semua berpartisipasi dan mendukung pesta demokrasi, ingatnya


"Mari ajak keluarga, saudara kita untuk datang ke TPS, karena satu suara menentukan masa depan NKRI, provinsi dan kabupaten." kata Aron


Pesan bupati, dimasa sekarang, Orang Dayak jangan mudah terpancing, kita tetap bersatu, itu harapan kita bersama.


Pimpinan Tertinggi Pasukan Merah,  Pangalangok Jilah dalam arahannya, 


Manusia tanpa adat, ibarat pohon tanpa akar yaitu mati. Kita manusia Dayak diciptakan untuk mencintai sesama dan alam.


Para leluhur kita sibuk mempertahankan hutan, tanah, air. Untuk dilestarikan sampai ke anak cucunya.


Di zaman modern, anak-anak muda sibuk melestarikan dunia antah berantah, seperti mabuk-mabukan, hamburkan uang, itu lebih dicintai anak muda sekarang.


Tatanan negara, bahasa, tata bicara, karena mulut kita tidak baik seiring berjalannya zaman. Salah satunya itu, kita selalu memvonis, dengan tidak melihat, mengukur dulu.


Kita Dayak itu sesat, berhala dimata orang lain. Namun yang sesat itu mulut, hati jahat, perbuatan dan sifat kita yang jahat itu adat yang dibuang parah leluhur, itulah yang berhala


Mau jaman 2040, 3000 pun adat itu harus ada, tatanan sosial kita, mengatur hidup ke lebih baik, perbaiki pola pikir dan mindset kita, ajaknya


Sebagai generasi manusia Dayak kedepannya, kita harus lestarikan, kita ke sesama, alam dan Jubata "Allah Yahwe",


"Jangan karena beradat, kita meninggalkan agama, begitu juga sebaliknya. Orang beragama, belum tentu beradat, namun orang beradat pasti beragama."


Kita tetap menjunjung tinggi tatanan sosial kita masyarakat Dayak. Adanya sekretariat, Semoga TBBR kabupaten Sekadau makin sehat, berkembangnya budaya Dayak di kabupaten Sekadau.


Gunakan Sekretariat itu sebaik mungkin untuk tatanan sosial TBBR. 


Saya juga memperjuangkan kabupaten baru di Kalbar, namanya (kabupaten Bangkule Rajakng) karena marwah kerajaan Dayak ada disitu, saya mau melihat orang berkembang, untuk bisa kita nikmati bersama.


Mangku TBBR Sekadau, Sekundus mengajak jaga Kamtibmas khusus kabupaten Sekadau, agar aman, untuk kecamatan dikondisikan masing-masing agar pesta demokrasi aman dan lancar.


Ormas TBBR, bergerak dibidang adat budaya dan tradisi yang memiliki 4 Misi, kita bekerjasama dengan pihak aparat, pemerintah, agar tidak menyalahgunakan adat istiadat untuk kepentingan pribadi.


Dikatakan Sekjen DPP TBBR, Amandus Yonatan, TBBR terbentuk di 5 provinsi, 1 provinsi 13-14 kabupaten, termasuk negara tetangga seperti Sabah, Serawak Malaysia dan di DKI jakarta, anggota pasukan Dayak ada 360.000 bahkan capai 400.000.


"Kita patut berbangga diri, kita mampu muncul di permukaan, berkontribusi untuk IKN, bersinergi dengan aparat, pemerintah dalam memajukan NKRI."


Kalau kita tidak berdiri tegak, bertopang dengan baik, maka adat budaya luntur.

Sebagai generasi muda daya jangan malu untuk melestarikan budaya, kita Satu komando, bukan untuk aneh-aneh tapi untuk membangun negara.


Acara diakhiri dengan atraksi dari anggota pasukan merah kabupaten Sekadau.


Hadir Forkopimda, Mangku TBBR Kabupaten se-Kalbar, DPC Kecamatan se-Kabupaten Sekadau, Patih Mathias.(App)

Iklan