Iklan

HUT PEMDA

HUT PEMDA
,

Program IP3K, Pemkab Sekadau Mulai Salurkan Bibit Sawit Ke Kelompok Tani

by Redaksi
November 14, 2022, 20:46 WIB Last Updated 2022-11-14T13:46:59Z

SEKADAU, SK - Bupati Sekadau Aron, SH melakukan penyerahan bantuan benih kelapa sawit siap tanam dalam rangkaian program IP3K.

Kegiatan ini sebagai wujud dari program unggulan pemerintah daerah kabupaten Sekadau yang di usung oleh bupati dan wakil bupati Sekadau yakni IP3K secara pelan-pelan sudah mulai diwujudkan, baik itu bidang Infrastruktur dan bidang Perkebunan.


Di bidang Infrastruktur pemerintah daerah kabupaten Sekadau sudah mulai membenahi sedikit demi sedikit perbaikan jalan, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, kini program selanjutnya yakni Perkebunan.


Di bidang perkebunan pemerintah daerah kabupaten Sekadau telah menyiapkan sekitar 36 ribu bibit kelapa sawit untuk 15 kelompok tani dari 13 desa sebagai tahap awal.


"Pemerintah daerah betul betul ingin  mendorong agar masyarakat, kabupaten Sekadau bisa hidup sejahtera," kata Aron bupati Sekadau mengawali sambutannya, Senin (14/11/2022) di lokasi pembibitan kelapa sawit.


Hanya saja lanjut dia program ini butuh proses, karena baru tahun ini dana untuk pembelian bibit bisa di alokasikan, namun tahun depan dilanjutkan kembali. Sampai semua masyarakat merasakan pembagian bibit melalui kelompok tani.


Karena, untuk mendapatkan bibit bukan hanya sekedar masuk kelompok tani, tapi jauh lebih penting adalah, lokasi kebun milik petani betul-betul berada di wilayah kabupaten Sekadau, serta lahan yang mereka miliki harus tidak berada di dalam lokasi HGU perusahaan, dan tidak masuk dalam wilayah hutan kawasan.


"Jadi, sebelum pembagian bibit, lahan milik kelompok sudah di verifikasi oleh PPL,"kata Aron 


Tujuannya tentu agar setelah nanti kebun berhasil, ketika mereka ingin membuat sertifikat kebun tindak terkendala administrasi akibat tumpang tindih lahan. Sebab, apapun alasan jika lahan tersebut masuk dalam kawasan hutan dan HGU perusahaan sangat sulit mengurus administrasi untuk menerbitkan sertifikat.


"Hal ini harus kita antisipasi, supaya kedepan tidak ada kendala,"pesan Aron.


Ia meminta kepada pak Camat,kades serta PPL untuk mengawasi. masyarakat yang menerima bibit hari ini, cek dan monitor agar bantuan tersebut betul-betul di rawat dengan baik, apalagi kalau sampai tidak di tanam dengan baik.


"Harus di tanam jangan di salah gunakan, karena tiga tahun kedepan tanaman ini sudah bisa menghasilkan," katanya.


Ia juga minta kepada instansi terkait agar memberikan laporan secara rutin setiap bulan mengenai perkembangan bibit yang sudah di bagikan.


"Saya minta laporan rutin secara berkala perkembangan setiap bulanya dari instansi terkait,"pinta Aron.


Sementara di tempat yang sama kepala dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan/Pertanian, Perternakan dan Perikanan Drs Sandae,M,si dalam sambutannya mengatakan, saat ini pemerintah daerah kabupaten Malang telah menyiapkan sekitar 36 ribu bibit kelapa sawit untuk di bagikan kepada kelompok tani secara gratis


Jumlah untuk mengakomodir sekitar 15 kelompok tani dari 13 desa yang ada, sebagai tahap awal tahun 2022. Namun pada anggaran tahun berikutnya akan dilanjutkan lagi. 


"Tahun ini kita salurkan bantuan untuk 15 kelompok tani dari 14 desa, sebagai langkah awal," katanya.


Menurut dia, bantuan bibit ini sebagai bentuk implementasi dari program unggulan pemerintah daerah kabupaten Sekadau, yakni IP3K.


Dikatakan dia lagi, sudah ada usulan dari 130 kelompok tani, jumlah akan kita lakukan verifikasi lahan dari setiap kelompok tani melalui Petugas PPL.

Karena, lahan tersebut tidak boleh berada di kawasan hutan dan HGU perusahaan.


Masih diuraikan oleh Sandea, jika kita hitung secara matematika, jika 36 ribu sawit ini maka lahan yang harus di siapkan sekitar 276 hektare. Dan bibit yang kita berikan adalah benih unggul "Jadi, nanti hasilnya pasti maksimal," katanya.


 Ia menyebutkan bahwa setelah dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Bupati, maka selanjutnya bibit tersebut akan distributor ke tiap-tiap petani sampai ke kecamatan saja.


"Selanjutnya petani bersama kelompok tani melansir benih sampai ke lokasi masing-masing, dengan swadaya,"katanya


Karena tambah dia, pemerintah tidak menyiapkan dana untuk distribusi sampai ke lokasi.


Sementara itu perwakilan dari 15.kelompok tani dalam sambutannya mengatakan, dirinya banyak mengucap terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Sekadau yang telah merealisasikan program unggulannya.


"Terimakasih pak bupati akhirnya kami bisa mendapatkan bibit gratis dengan kwalitas bagus," katanya.


Ia berjanji akan merawat dengan baik bibit ini setelah sampai dikampung, karena ia yakin bibit ini bagus dan bisa menjadi penopang hidup kami.

Iklan