Iklan

,

Aplikasi Pemantau Bencana Di Kabupaten Sekadau Sudah Siap Operasi.

by Redaksi
September 07, 2022, 22:31 WIB Last Updated 2022-09-07T15:31:33Z

SEKADAU, SK - Wakil bupati Sekadau Subandrio, SH.MH memimpin Rapat Kordinasi (Rakor) berbagai lintas sektor, Rakor tersebut untuk menyatukan persepsi dalam rangka mengantisifasi dampak banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Bantingsor) di kabupaten serta bencana lainnya.


Rakor dilaksanakan di ruang rapat wakil bupati Sekadau dan dihadiri oleh berbagai kepala SKPD dan lintas sektor lainnya, Rabu (07/09/2022).


Dalam arahannya wakil bupati Sekadau Subandrio SH.MH menyebutkan bahwa di kabupaten Sekadau saat ini yang sudah mulai banjir adalah kecamatan Belitang, sedangkan kecil lain belum ada laporan.


" Saat ini yang sudah mulai terdampak banjir adalah kecamatan Belitang, sebab sebagian besar wilayahnya berada di bantaran sungai Kapuas," kata Suban sapaan akrabnya.


Menurutnya dia berdasarkan pengalaman kita menangani banjir tahun 2021, di kabupaten Sekadau jika banjir besar kita sudah punya daya base warga yang terdampak yakni ada 5.000 ribu lebih KK dengan,18.000 ribu lebih  jiwa dan 27 desa yang terdampak langsung.


Sebagai informasi awal lanjut Suban, untuk memantau dampak banjir, saat ini Pemkab Sekadau sudah punya aplikasi khusus untuk penanganan banjir, 


"Aplikasi udah selesai, tingal melatih tenaga di kecamatan masing - masing.

untuk memfungsikannya,"kata Suban.


 Salah satu fungsi Aplikasi tersebut adalah untuk mengukur seberapa besar dampak banjir. Misalnya, dengan ketinggian banjir 50 cm, berapa rumah, berapa jiwa dan berapa desa yang terdampak langsung.


"Sistem impormasi dampak banjir"  (SIdapan)  menjadi pelopor di aplikasi banjir di Kalbar," ucapnya.


Ditempat yang sama Wakalpolres Sekadau Kompol M. Aminuddin S.IK menyampaikan bahwa melalui rakor ini dia berharap agar semua stakholder  bisa kompak untuk membantu menangani banjir.


"Mudah-mudahan melalui Rakor ini nanti semua pihak sudah bisa tahu cara menangani dampak banjir di wilayah kabupaten Sekadau," ucapnya


Sementara Kepala Pelaksanaan (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD)  kabupaten Sekadau Ir. Akhmad Suryadi MT, mengatakan, saat ini situasi di Sekadau adalah situasi siaga. 


"Siaga banjir, siaga angin puting beliung termasuk cuaca ekstrim dan tanah longsor," kata Akhmad.


Sebagai impormasi, saat ini data BMKG yang kita gunakan adalah data BMKG Tebelian. Sehinga tingkat keakuratannya hampir sama dengan kondisi lapangan.


Sedangkan penaganan bencana kata Akhmad perlu kerja sama semua pihak.

Posisi BPBD saat ini adalah siaga logistik dan siaga tenaga.


Namun beberapa pasilitas kita perlu perbaikan atauoun pengadaan kembali. Karena ada beberapa perahu karet yang ada sudah ada yang bocor.


Untuk penangan bantuan logistik sambung Akhmad Suryadi, kedepan semua bantuan akan diatur melalui manajemen SIDAPAN.


"Sistem sudah jadi, namun data belum masuk semua,"pungkasnya.


Kemudian acara selanjutnya adalah pemaparan dari camat yang hadir pada waktu Rakor tersebut, untuk memaparkan kondisi di wilayahnya masing-masing.


Hadir pada kegiatan rakor, Wabup Subandrio, waka Polres Sekadau Kompol M.Aminuddinalag BPBD Ir.Akhmad Suryadi MT.para pimpinan OPD, Camat se-kabupaten Sekadau, ketua DAD,ketua MABM, ketua MABT dan sejumlah tamu undangan lainnya para awak media.

Iklan