Iklan

HUT PEMDA

HUT PEMDA
,

Pebalap MotoGP Mandalika Ngeluh Batu dan Aspal Bolong, MGPA Beri Penjelasan

by Redaksi
Maret 22, 2022, 04:33 WIB Last Updated 2022-03-21T21:42:35Z

MotoGP Mandalika 2022 telah dihelat selama 18-20 Maret lalu. Semua balapan bisa berjalan lancar, tetapi jelas masih ada kekurangan. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku promotor lokal memberikan penjelasan.


Salah satu hal yang dikomplain oleh para pebalap MotoGP tentang Sirkuit Mandalika adalah batu. Jorge Martin dari Pramac Racing mengomentari terkait hal itu usai melakoni sesi latihan bebas pada Jumat (18/3).


“Saya telah menemukan cengkeraman yang baik di kedua aspal, satu-satunya persoalan yang lama adalah soal batu-batu kecil, dan ketika Anda berada di belakang sepeda motor lain, mereka terus melukai Anda karena batu-batu itu mengenai lengan Anda dan bahkan masuk ke dalam helm,” ujar Martin, dikutip dari Motosan.


Takaaki Nakagami juga mengeluhkan soal batu di Sirkuit Mandalika pada Jumat (18/3). Pebalap Jepang tersebut merasa ia seperti ‘dihujani’ batu.


“Kesulitannya adalah batu yang menghantam ketika berada di belakang pebalap lain. Batu-batu kecil menghantam tubuh saya, helm, dan motor saya,” ucap Nakagami, dikutip dari Speedweek.


"Sangat sulit untuk mengikuti pebalap lain. Dalam tes, batu-batu itu bahkan lebih besar, sehingga mustahil untuk mengikuti siapa pun," jelasnya.


Lantas, mengapa bisa para pebalap terkena batu? Kenapa pula batu sepertinya bisa ada di trek Mandalika? Koordinator Sirkuit Mandalika dari pihak MGPA, Denny Pribadi, menjelaskan soal ini.


"Kalau batu, itu kan bisa datang dari gravel. Ketika pebalap masuk gravel, terus kembali lagi ke trek, dia pasti akan membawa batu," kata Denny kepada kumparan, Senin (21/3).


"Memang, tugasnya marshal untuk membersihkan material seperti batu itu, tetapi kan waktunya harus sangat cepat untuk melakukannya, mungkin ada yang terlewat. Kan tidak mungkin batu tiba-tiba ada di trek, berarti kan logikanya ada motor masuk ke gravel, terus kembali lagi tak sengaja membawa batu," tambahnya.


Terbaru, usai balapan basah kelas utama MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3), Joan Mir komplain soal aspal. Juara Dunia MotoGP 2020 itu bilang, ada aspal bolong di tikungan terakhir Sirkuit Mandalika.


“Saya pikir masalah aspal ada di lintasan kering, kami tidak merusak trek saat lintasan basah. Bahkan setelah balapan di tengah hujan, kami telah melihat beberapa lubang di lap terakhir, di tikungan terakhir sirkuit. Bayangkan [kalau balapan kering], itu akan sulit,” ujar Mir, dikutip dari Motosan.


Denny menampik soal adanya aspal bolong. Ia mengaku telah melakukan pengecekan ulang aspal Sirkuit Mandalika pada Senin (21/3) pagi hari WIB dan tak menemukan aspal berlubang.


"Aspal bolong enggak ada. Pagi tadi, saya sudah cek, enggak ada aspal bolong," jelasnya.



Lebih lanjut, Denny juga menjelaskan soal drainase di Mandalika. Hujan deras mengguyur saat balapan kelas utama pada Minggu (20/3), hingga balapan tertunda selama 1 jam 15 menit.


Meski demikian, Denny mengeklaim bahwa drainase Sirkuit Mandalika bagus. Dorna juga tidak ada komplain.


"Enggak ada komplain sih kemarin, enggak ada keluhan dari Dorna. Drainase oke banget. Kan kelihatan, waktu hujan deras, tidak terjadi genangan di layar televisi. Semuanya air mengalir, tidak tertahan, airnya lewat masuk ke drainase," pungkasnya.


Sikutip : Kumparan

Iklan