𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎

𝐒𝐈𝐍𝐀𝐑 𝐊𝐀𝐏𝐔𝐀𝐒.𝐂𝐎𝐌, 𝐊𝐄𝐓𝐀𝐏𝐀𝐍𝐆 - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan justru berujung pilu bagi ratusan pelajar di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang. Hingga Kamis (5/2/2026) sore, sedikitnya 206 siswa dari tiga sekolah berbeda dilaporkan mengalami gejala keracunan massal seperti mual, muntah, diare, hingga pusing. Para siswa yang menjadi korban berasal dari SMPN 1 Marau, SMAN 1 Marau, dan SMKN 1 Marau, yang diduga kuat menyantap menu dari penyedia dapur yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Feria Kowira, mengonfirmasi bahwa gelombang pasien mulai membanjiri Puskesmas pada Kamis pagi, setelah para siswa menyantap menu MBG pada hari Rabu sebelumnya. Beruntung, menu untuk hari Kamis belum sempat dikonsumsi sehingga potensi bertambahnya korban bisa diminimalisir. "Informasi yang kami terima, mereka mendapatkan menu dari satu dapur yang sama. Saat ini tim dari Dinkes dan beberapa Puskesmas terdekat sudah kami kerahkan untuk menangani para siswa," ujar Feria.

Meski jumlah korban mencapai ratusan, Dinkes Ketapang memastikan seluruh siswa telah mendapatkan perawatan memadai. Hingga saat ini, belum ada pasien yang kondisinya memburuk hingga harus dirujuk ke rumah sakit, bahkan beberapa siswa yang kondisinya mulai stabil sudah diperbolehkan pulang. Mengenai penyebab pasti keracunan, pihak otoritas kesehatan belum berani berspekulasi dan memilih menunggu hasil uji laboratorium. "Sampel makanan sudah kami kirim ke BPOM di Pontianak untuk diuji. Kami belum bisa menyimpulkan menu mana yang menjadi pemicunya," tambahnya.

Insiden ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Marau. Camat Marau, Vitalis Alpha Edyson, yang turun langsung meninjau para korban, mengimbau para orang tua dan siswa untuk tidak ragu melaporkan diri ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala serupa. Ia menjamin bahwa seluruh biaya perawatan akan difasilitasi oleh pemerintah kecamatan. "Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Kami pastikan penanganan berjalan optimal," tegas Vitalis.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi pengelola program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kalimantan Barat untuk lebih memperketat pengawasan standar higienitas dapur penyedia. Sambil menunggu hasil uji BPOM, koordinasi lintas sektoral terus diperkuat guna mengevaluasi sistem distribusi dan pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.(*)


Sumber : Pontianak Post


Baca Juga
Berita Terbaru
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
  • 𝐑𝐚𝐭ðŪ𝐎𝐚𝐧 𝐒ðĒ𝐎𝐰𝐚 𝐝ðĒ 𝐊𝐞𝐭𝐚ðĐ𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐝ðĒ 𝐊ðĻðŦ𝐛𝐚𝐧 𝐊𝐞ðŦ𝐚𝐜ðŪ𝐧𝐚𝐧, 𝐀ðĪðĒ𝐛𝐚𝐭 𝐌𝐞𝐧ðŪ 𝐌𝐚ðĪ𝐚𝐧 𝐁𝐞ðŦ𝐠ðĒðģðĒ 𝐆ðŦ𝐚𝐭ðĒ𝐎
Posting Komentar