SEKADAU, SINAR KAPUAS.com - Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Komite Daerah Konsolidasi Manajemen Persediaan (KDKMP) Kabupaten Sekadau tahun 2025 resmi berakhir pada Rabu (19/11/2025), namun pesan utama dari kegiatan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memodernisasi manajemen persediaan koperasi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, Emanuel, yang menutup kegiatan tersebut, menekankan bahwa penguatan sistem persediaan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan koperasi. Emanuel menegaskan bahwa koperasi di Sekadau memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kompetitif di tengah perubahan pasar. Namun, peluang itu baru dapat dimaksimalkan jika para pengurus mampu menerapkan pengelolaan persediaan secara profesional, efisien, dan berbasis teknologi.
“Pelatihan ini bukan hanya seremoni, tetapi sebuah langkah strategis untuk memperbaiki sistem internal koperasi kita. Pengurus KDKMP harus bisa menjadi agen perubahan dalam modernisasi pengelolaan persediaan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa banyak koperasi selama ini masih terkendala oleh sistem persediaan manual dan kurangnya pemahaman terhadap manajemen stok yang tepat. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan membawa pulang wawasan baru untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, serta transparansi dalam mengelola barang dan kebutuhan anggota.
“Kami berharap peserta tidak berhenti pada teori. Implementasi adalah kuncinya. Jika pengurus mampu menjalankan manajemen persediaan yang adaptif dan modern, maka koperasi akan lebih siap bersaing di pasar yang terus berubah,” tambah Emanuel.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi koperasi melalui program digitalisasi dan pendampingan berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan praktik pengelolaan persediaan yang lebih akurat dan terstruktur.
Emanuel optimis para pengurus KDKMP kini lebih siap mendorong koperasi di Kabupaten Sekadau menuju sistem pengelolaan yang modern, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

